Hepatitis merupakan penyakit yang
menyerang organ hati manusia. Di sini hati atau liver mengalami peradangan
sehingga membuat fungsi hati yang sebagai tempat penyaring racun-racun dalam
darah menjadi terganggu.
Dengan terganggunya fungsi hati tersebut, maka
terganggu pula fungsi organ yang lain, sehingga membuat kesehatan seseorang
akan hancur secara keseluruhan. Akibat lainnya adalah hati menolak darah yang
mengalir sehingga tekanan darah menjadi tinggi dan pecahnya pembuluh darah
(Dokter sehat, 2015). Sementara WHO (2016) menyebutkan hepatitis
merupakan peradangan hati yang paling sering disebabkan oleh virus. Ada lima virus hepatitis utama,
yaitu hepatitis tipe A, B, C, D dan E.
Hepatitis virus memiliki beban penyakit yang besar di dunia,
lebih besar dibandingkan dengan penyakit menular utama lainnya, seperti HIV,
TBC dan Malaria. Kini Hepatitis virus masuk ke dalam salah satu indikator
Sustainable Development Goals (SDGs), yakni Goal 3, target 3,3 yang menyebutkan
bahwa: pada tahun 2030 berakhirnya berakhirnya epidemi AIDS, Tuberkulosis,
Malaria dan penyakit tropis terabaikan dan memerangi hepatitis, serta penyakit
yang ditularkan melalui air dan penyakit menular lainnya (Kemenkes RI, 2016).
Kemenkes RI (2016) menyatakan bahwa Indonesia merupakan pemrakarsa
terbitnya dua resolusi World Health Assembly (WHA), yaitu Resolusi 63.18 (tahun
2010) dan Resolusi 67.6 (tahun 2014). Kedua resolusi tersebut menyerukan
bahwa Hepatitis merupakan masalah kesehatan masyarakat. Karena itu, setiap
negara diharapkan mengembangkan dan menerapkan strategi nasional pengendalian
Hepatitis secara multisektoral, terkoordinasi untuk mencegah, mendiagnosis dan
mengobati hepatitis virus, sesuai dengan situasi epidemi suatu wilayah (local).
Setiap tanggal 28 Juli setiap tahun diperingati sebagai Hari Hepatitis Sedunia.
Mengingat besarnya beban masalah Hepatitis di Wilayah Asia Tenggara, guna
mengatasi Hepatitis sebagai masalah kesehatan masyarakat tentu membutuhkan
tidak hanya kerangka nasional, namun juga kerangka regional sebagai dukungan
dalam implementasi bagi negara-negara anggota di kawasan ini dalam memerangi
Hepatitis.
No comments:
Post a Comment