Home

Monday, August 24, 2015

HUBUNGAN PENGARUH TEMAN SEBAYA DENGAN PERILAKU MEROKOK

“Menurut Santrock (2003), teman sebaya merupakan sumber status, persahabatan dan rasa saling memiliki yang penting dalam situasi sekolah. Kelompat teman sebaya juga merupakan komunitas belajar di mana peran-peran social dan standar yang berkaitan dengan kerja dan prestasi di bentuk. Di sekolah, remaja biasanya menghabiskan waktu bersama-sama paling sedikit selama enam jam setiap harinya. Sekolah juga menyediakan ruang bagi banyak aktivitas remaja sepulang sekolah maupun di akhir pekan”.

Kelompok sebaya merupakan sunber penting dari rokok pertama remaja. Dengan merujuk konsep transmisi perilaku, pada dasarnya perilaku dapat ditransmisikan melalui transmisi vertical dan horizontal. Transmisi horizontal dilakukan oleh teman sebaya dalam hal ini lingkungan teman sebaya. Kebutuhan untuk diterima sering kali membuat remaja berbuat apa saja agar dapat diterimakelompoknya dan terbebas dari sebutan ‘pengecut’ dan ‘banci’. Remaja mengalami tekanan internal untuk merokok jika orang lain di sekitar mereka merokok. Rokok digunakan untuk meningkatkan status social anak laki-laki di antara teman-teman mereka. Jika mereka merokok dengan ‘baik’, merek rokok mahal dan popular, dan lebih kaya daripada rekan-rekan mereka (Rachmat dkk, 2013).

Berbagai fakta mengungkapkan bahwa semakin banyak remaja merokok maka semakin besar kemungkinan teman-temannya adalah perokok juga dan demikian sebaliknya. Ada dua kemungkinan yang terjadi dari fakta tersebut, pertama remaja tersebut terpengaruh oleh teman-temannya atau sebaliknya. Diantara remaja perokok terdapat 87% mempunyai sekurang-kurangnya satu atau lebih sahabat yang perokok begitu pula dengan remaja non perokok (Kemala, 2007).

No comments:

Post a Comment