Menurut WHO (2020) Virus
corona baru atau novel coronavirus (nCoV) merupakan jenis virus corona baru
yang menimbulkan penyakit yang bernama COVID-19. Sebelum dikenal sebagai
COVID-19, penyakitnya dikenal sebagai virus corona baru 2019 atau 2019-nCoV.
Virus corona baru adalah virus baru, tapi mirip dengan keluarga virus yang
menyebabkan SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) dan sejumlah influensa
biasa.
Covid19.co.id (2020) menyatakan
Penyakit COVID-19 pada umumnya bersifat ringan, terutama pada anak-anak dan
orang dewasa muda. Namun, infeksi juga dapat menyebabkan penyakit serius:
sekitar 1 dari 5 orang yang terinfeksi membutuhkan perawatan di rumah sakit.
Karenanya, wajar jika orang khawatir akan dampak wabah COVID-19 pada diri
mereka dan orang-orang yang mereka sayangi. Kita dapat menyalurkan kekhawatiran
dengan cara melindungi diri kita, orang-orang yang kita sayangi dan masyarakat.
Tindakan yang terpenting adalah rajin mencuci tangan pakai sabun dan air
mengalir atau bila tidak tersedia, cairan pembersih tangan berbahan alkohol
(minimal 60%) dan menutup hidung dan mulut saat batuk dan bersin dengan siku
terlipat. Selain itu, tetap ikuti perkembangan informasi dan patuhi nasihat
dinas kesehatan setempat termasuk untuk pembatasan perjalanan, pergerakan dan
pertemuan.
Saat
ini belum
ada pengobatan khusus yang efektif untuk
infeksi virus corona baru. Vaksin mungkin baru bisa tersedia 18 bulan ke depan
(2021). Sementara ini, cara terbaik adalah melakukan tindakan pencegahan,
yaitu:
- Sering
suci tangan pakai sabun dan air mengalir
- Hindari
menyentuh muka
- Jauhi
orang yang menunjukkan gejala (demam, batuk kering, kelelahan)
- Bila
Anda mengalami demam, rasa lelah dan batuk kering, segera cari pengobatan
- Anda dapat menguatkan sistem kekebalan diri dengan melakukan perilaku sehat, seperti olah raga teratur, makan makanan bergizi seimbang, tidak merokok dan memastikan Anda dan anak Anda mendapat imunisasi lengkap.
Virus corona biasanya menunjukkan gejala-gejala
dalam 1 – 14 hari. Karena itu, orang yang dicurigai harus diisolasi selama 14
hari, baik di rumah sakit, rumah atau lokasi lain dan dipantau gejala-gejala
yang muncul seperti demam, batuk atau sesak napas. Untuk memastikan infeksi
virus corona, suspek dapat mengikuti tes beberapa kali. Selama isolasi, suspek
harus mengikuti semua perintah petugas kesehatan untuk mencegah penyebaran
virus. Di lain pihak, petugas kesehatan dan kita bersama harus selalu
menunjukkan empati dan kasih sayang. Mereka yang diisilolasi biasanya mengalami
kesepian, kekhawatiran dan yang jelas, sakit yang mereka alami bukanlah kemauan
mereka sendiri. Anda dapat mendukung mereka dengan mencari tahu
kebutuhan-kebutahan mereka dan membantu sejauh yang Anda bisa.

No comments:
Post a Comment